Rintihan Perawat
Satu per satu rintik hujan menembus helm teropongku, dengan dinginnya hari-hariku di bulan Desember 1997 ini, sungguh tak terasa 1996 sudah terlewati dengan berdiam diri di dalam rumah. Rasa penat dan bosan akibat pandemi membuat seluruh dunia berubah, apa boleh buat. Memang bukanlah hal mudah megikuti himbauan New Normal. Sementara motor bututku meluncur di depan makam-makan China semakin menguatkan dingin di sekujur tubuhku. Saat melihat ponselku dengan segera kutemukan chat “…16.30 !! bila malam ini telat, perawat fresh graduate akan datang.” Sebagai pertanda buruk, rasa dingin semakin menusuk-nusuk tulang belakangku. Semua energy seakan telah kutumpah ruahkan untuk menghidupkan dapur keluarga dengan job panggilan ini. Seakan langkah motorku terasa makin lambat berjalan semakin pandangan semakin kabur. Pedal yang kugenggam erat-erat makin tak karuan. Cuma...