Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Guruku, Cahayaku

Gambar
By: Muhammad Sajidin Nur Wahai guru, kau bagaikan cahaya Aku yang jahil dengan ilmu jadi mengerti karenamu... Oh guru, kaulah pahlawan tanpa tanda jasa... Dengan sabarnya kau mengajariku Tak kenal lelah dan pantang menyerah Kau ajari aku sesuatu yang masih remang bagiku hingga aku pun menerima cahaya ilmu-Mu Di waku siang, kau mengajariku Di waktu malam, kau panjatkan do'a untukku Terima kasih guru... Tanpamu, apa jadinya aku?

Praktikum Pra-PKL

Gambar
Praktikum Kimia Darah Practice make perfect. Begitulah pepatah mengatakan. Hal ini juga yang tak asing lagi di telinga para siswa kelas XI Anais Kesehatan SMK Muhammadiyah 1 Pandaan. Hampir setiap hari, mereka harus harus menjalani praktikum di labotarium Analis untuk menunjang keterampilan mereka di bidang ini. Tak heran, jika siswa Analis kini   sudah diterjunkan langsung ke lapangan, di CFD Pandaan misalnya. Namun, untuk seminggu ini, antara tanggal 22-28 Februari, merupakan praktik yang unik bagiku. Sebab, selama seminggu full mereka mendapat pembekalan dari guru produktifnya. Di Bab Urinalisis, terdapat pemeriksaan: sedimen urine, glukosa urine, dan protein urine. Di bidang Kimia Darah, kita dapat menjumpai pemeriksaan: SGOT, SGPT, Glukosa, Urea, Asam Urat, dan Kreatinin. Mapel Hematologi dan Parasitologi menyusul di belakang. Sebagai penutup, akan dilakukan Post Test oleh semua guru produktif Analis.  Alat Fotometer Laporan sementara ...

Menghargai Prinsip Orang Lain

Gambar
Ketika ada aji mumpung, langsung sikat saja! Aku tadi habis baca cerpennya Bunda Yuke yang berjudul 'Semanggi' dalam kumcer (kumpulan  cerpen) CKdKK.  Setelah kubaca, aku mendapat dua pesan moral dari cerita tersebut. Apa itu? Mari kita simak  bersama, 1. Orang yang bisa menghargai prinsip orang lain, maka ia akan dihargai oleh orang  lain (Eiji) ... sangat menghargai prinsip orang lain, termasuk  aku. Dia sangat mneghargai setiap keputusanku. Bahkan, jika ternyata tidak cocok pun, dia hanya akan memberi masukan. Selebihnya dia tetap akan menghargai keputusanku dan mensupport sebisa mungkin. Itulah mengapa akupun selalu berusaha menghormati semua yang  menjadi keputusannya termasuk hal kecil. 2. Orang yang bisa menghargai dirinya sendiri, maka ia  juga akan dihargai oleh orang lain ... Eiji sangat mengagumi sosok Bu Darmi, ibu yang telah berusia 65 tahun tetapi tetap bertahan hidup dan  menghidupi dirinya sendiri di usia yang ...

Kisah Keberanian Pak H. Thoyyib

Gambar
Keberanian adalah jalan menuju kesuksesan. Pak H. Thoyyib telah membuktikannya. Aku pun pasti bisa seperti beliau. Di daerah Suwayuwo , Pak Thoyyib dikenal sebagai "orang besar". Gampangnya, orang berduit. Beliau mempunyai pabrik beseta toko kapuk bertittle 'IMPIANKU'. Lokasinya strategis, di sisi jalan raya, depan pom  bensin Suwayuwo.   Beliau mengakui bahwa tanpa keberaniannya merantau ke luar negeri pada umur 19 tahun, niscaya beliau tidak jadi Pak Thoyyib yang sekarang: seorang pengusaha sukses dan  Ketua Umum Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pandaan selama dua periode, yaitu tahun 2005-2010 dan 2010-2015. Mendengar cerita beliau itu, aku jadi  termotivasi. Kita harus berani dalam segala situasi, baik itu dalam bidang enterpreuner , akademis, sosial, maupun spiritual."Kalau malu, kita gak punya  apa-apa nanti," ujar Pak Thoyyib kemarin sore (22/2) di tokonya. Mau mobil? Cewek cantik? Atau uang? Tinggal pilih! Asalkan, ada satu syarat. Y...

Mengedit Berita di Kantor Redaksi 'Yuk Mari'

Gambar
By: Muhammad Sajidin Nur Hari itu, Kamis 19 Februari, dimulai dari wawancara. Sekitar pukul 7.30 aku mulai terjun ke lapangan. Aku harus mendatangi Masjid Muhammad Cheng Hoo untuk bisa mendapat narasumber keempat, Pak Wahyudi, sie Perlengkapan. Perjalan menuju kantor redaksi di Gempol sempat tergunda satu jam. Alroji handphone telah menunjukkan pukul 10. Kami, rombongan dari siswa-siwi kelas   Jurnalistik siap meluncur ke Kaki Penanggungan. Ada aku, Mega, Aruni, Nessa, Diah, Ratih, Vio, dan sang   caproff, Teachef Jadid. Kantor redaksi  itu bernama Yuk Mari. Sebab, tempat yang dipaki bukanlah kantor redaksi sungguhan, melainkan rumah guru kami, Bu Yeti. Kita action jam 10.30 pagi. Mulai dari proses editing berita, rekaman suara, hingga membuat video dengan movie maker dilakukan di sana. Di tengan hari, perut kami keroncongan. Rujak kikil jadi pilihan. Makan siang itu begitu nikmat karena indahnya kebersamaan. 11 porsi rujak kami santap bersama di...