Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Penerbit Bicara, "Mungkinkah Membangun Imperium dengan Tumpukan Buku?"

          Salah satu titik tonggak kebangkitan Eropa adalah penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Mesin ini memungkinkan buku-buku yang memuat pengetahuan menjadi lebih terjangkau di bagi semua kalangan. Sebelumnya, buku ditulis dan disalin dengan cara manual oleh juru tulis atau biarawan. Buku hanya dimiliki oleh para bangsawan dan orang-orang tertentu saja. Dengan adanya mesin Gutenberg, masyarakat luas bisa mendapatkan buku dengan harga yang bisa mereka beli.            Pada awalnya, apa yang dicetak adalah buku agama, Alkitab. Dengan akses yang mudah pada Alkitab membuat orang-orang    yang dianggap awam bisa membaca firman Tuhan melalui diri mereka sendiri. Tanpa perantara otoritas yang mengekang. Dari perihal keagamaan, lambat laun menjalar ke persoalan keilmuan yang mendalam. Di sinilah bibit-bibit  sapere aude  (beranilah berpikir sendiri) mulai menyebar di dataran Eropa. Setiap orang memiliki hak...

Kesehatan Mental Nih, Skuy Mengkaji Self-Disclosure pada Masyarakat

Individu yang mampu dalam keterbukaan diri akan dapat mengungkapkan diri secara tepat dan berimbas pada penyesuaian diri yang baik                                                                                            Oleh: Rama Fatahillah Yulianto  |  05 February 2021      Self-disclosure  adalah bentuk komunikasi interpersonal dalam bentuk membagi informasi diri pribadi berupa ide, perasaan, dan fantasi serta mengungkapkan reaksi dan tanggapan terhadap suatu situasi yang umumnya disembunyikan namun disampaikan sehingga orang lain mengetahui apa yang dipikirkan, dirasakan dan diinginkan.      Self-disclosure  sangat perlu untuk dilakukan, disamping ...

Asyiknya Belajar Memaknsi Kata “PRODUCE’ atau ‘PRODUKSI’ (Part 02)

                 Kemarin kita sudah berhasil memaknai kata ‘produksi’ dengan cukup baik. Nah, giliran sekarang  kita lebih dalami tentang perbedaan apa saja objek produksi pada manusia purba dan manusia modern  beserta perubahan-perubahan yang mewarnai sejarah perjalanan produksi beradab tahun silam. Objek Produksi Manusia Purba Manusia purba dengan daya fikir yang terbatas saja memiliki impian kuat mewujudkan apa yang belum ada pada saat itu. Apa yang belum ada? Ulek-ulek (lagi), cowek, bantal, guling, dll. Mereka bener-bener mau berusaha semaksimal mungkin melakukan langkah demi langkah untuk membuat peralatan-peralatan itu terwujud di depan mereka, meski tahu itu butuh biaya tinggi dan tentu menyita banyak waktu. Sedangkan, manusia modern kini yang lahir setelah manusia purba semestinya sebagai “adik” bisa berkaca pada “kakak” yang lahir dulu. Dengan sisa-sisa pengetahuan dari generasi pendahulu, maka manusia modern di...

Asyiknya Belajar Memaknai Kata ‘PRODUCE’ atau ‘PRODUKSI’

Gambar
               Kegelisahan saya adalah tatkala diri saya sendiri dan orang-orang terdekat saya dalam memaknai kata ‘produksi’. Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary, produce [produce something] (v) to make things to be sold, especially in large quantities yang mana artinya kira-kira begini, membuat sesuatu untuk dijual, terutama dalam jumlah yang besar. Dari ini secara terang-terangan kita ketahui bahwa aktifitas produksi terus bersinggungan dengan aktifitas penjualan. Lalu, dalam sejarah manusia jutaan tahun silam sampai dengan hari ini, apa saja sesuatu yang telah diproduksi oleh manusia? Kalau manusia purba, sesederhana alat rumah tangga (pemotong, alas sederhaha untuk menaruh makanan, dll). Kalau manusia modern, jauh lebih rumit contohnya alat untuk menangkap suara (microfone, speaker, dll). Bahkan suara itu sendiri diproduksi berulang seperti yang dilakukan oleh announcher-anouncher di studio-studio rekaman. Apakah tujuan ...