Penerbit Bicara, "Mungkinkah Membangun Imperium dengan Tumpukan Buku?"
Salah satu titik tonggak kebangkitan Eropa adalah penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Mesin ini memungkinkan buku-buku yang memuat pengetahuan menjadi lebih terjangkau di bagi semua kalangan. Sebelumnya, buku ditulis dan disalin dengan cara manual oleh juru tulis atau biarawan. Buku hanya dimiliki oleh para bangsawan dan orang-orang tertentu saja. Dengan adanya mesin Gutenberg, masyarakat luas bisa mendapatkan buku dengan harga yang bisa mereka beli. Pada awalnya, apa yang dicetak adalah buku agama, Alkitab. Dengan akses yang mudah pada Alkitab membuat orang-orang yang dianggap awam bisa membaca firman Tuhan melalui diri mereka sendiri. Tanpa perantara otoritas yang mengekang. Dari perihal keagamaan, lambat laun menjalar ke persoalan keilmuan yang mendalam. Di sinilah bibit-bibit sapere aude (beranilah berpikir sendiri) mulai menyebar di dataran Eropa. Setiap orang memiliki hak...