Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Terbukanya Kedok Sumanto

             “Ya Allah, ampuni saya. Saya insaf sekarang. Pak, tolong Pak! Jangan penjarakan saya,” pinta Sumanto kepada polisi. “Maaf Pak. Hukum tetap hukum. Anda tidak bisa menolaknya,” jawab polisi itu.  Dengan tangan terborgol, Sumanto lalu digiring ke sel tahanan. Dia ditempatkan bersama dua tahanan lain di dalam sel tersebut. *** Pagi itu, Sumanto mulai berangkat menuju tempatnya berjualan. Di sana ia biasa menjajakan lontong sayurnya . Dengan memakai gerobak dorong, ia lakukan pekerjaan itu setiap hari selama 15 tahun terakhir. Tak lama, pembeli mulai berdatangan.  “Bang, lontong sayurnya satu!” pinta pembeli itu. “Saya juga Bang, satu!” sahut pembeli yang lain.  Sumanto mulai menyiapkan lontong sayur untuk pembelinya. Beberapa menit kemudian, lontong sayur pun siap. Para pembeli mulai menyantapnya. Usai menyantap makanan itu, para pembeli mulai meninggalkan pangkalan Sumanto. S...