Jenis-jenis Jomblo



Pendapat Empat Orang Cewek Analis Mengenai “Jomblo”

Jomblo. Apa sih jomblo itu? Jomblo adalah keadaan seseorang yang sedang tidak punya pasangan (pacar). Entah emang gak laku atau itu pilihannya saat ini. Di sekitar kita memang bayak orang yang suka pacaran, tapi di tengah-tengah  hiruk pikuknya orang pacaran, terdapat segelintir orang yang bersatatus jomblo seperti yang akan penulis ungkapkan di bawah ini. 

Terinspirasi dari Media Visit Jurnalistik ke Probolinggo akhir Desember 2013 lalu, penulis coba jelajahi wilayah privacy keempat cewek Analis ini utuk mendapatkan informasi tentang statusnya sekarang. Ada Aruni yang ngaku sebagai Jomblo Bahagia, ada Nessa dengan status Jomblo Manisnya, ada Vio dengan status Single-nya, dan yang terakhir ada Mega dengan Jomblo Terhormatnya. 

Ditemui di sela-sela jam sekolahnya pada awal Januari lalu, mereka pun bersedia untuk berbagi cerita tentang status jomblonya. Ada yang lancar dan ada yang sedikit rewel ketika diwawncarai. Itulah pengalaman jurnalistik yang penulis alami di lapangan. Penasaran, bagaimana ceritanya? Mari kita simak uraian berikut.
“Selamat Membaca!”
 


                                                                Aruni: foto kanan


Aruni Amalia Syarifah
Status: Jomblo Bahagia


Jeli Dalam Memandang Pacaran

Jomblo tidak selamanya membuat seseorang merana. Malah, justru sebaliknya. Dia merasa bahagia meskipun tanpa pacar. Apalagi, jika dia mengetahui manfaat dari status jomblonya itu. Pastilah, dia akan betah lama-lama menjomblo. Inilah yang dirasakan Aruni Amalia Syarifah (16). 

“Kebanyakan anak jomblo ngenes. Kalau aku fair-fair aja gak pacaran. Walaupun jomblo, hidup bisa berjalan seperti biasa,” ujar Aruni di sela-sela waktu istirahat sekolah. Dia tak igin pacaran dulu. Ia ingin menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk menempuh masa depannya. 

Hal itu lantaran dirinya telah jeli dalam memandang sesuatu. Jika pacaran memiliki sisi negatif, sedangkan jomblo itu mendatangkan manfaat baginya (sisi positf). Apa saja yang ada di balik kedua sisi tersebut? 

Seperti diketahui banyak orang, pacaran itu menimbulkan banyak dosa. Mulai dari bedua-duaan, saling pandang, mulai berani pegang tangan pacar, dan seterusnya sampai dieer… Kedua., membuang-buang waktu. Perhatian akan selalu terfokus pada sang pacar, sehingga banyak waktu terbuang begitu saja. Yang ketiga, entek-enteki pulsa. Menurut pe- ngalamannya, orang pacaran itu bisa habis pulsa 50.000 dalam sebulan. Yang terakhir, memutuskan silaturahmi. Kalau sudah pacaran, lalu putus jadinya dendam yang bisa memutuskan tali silaturahmi. Betul nggak

Sedangkan jika disyukuri, jomblo sendiri bisa mendatangkan beberapa manfaaat. Hidup terasa lebih bebas. “Tidak ada orang yang ngatur aku, kecuali agama dan orang tua,” tutur cewek yang waktu SD pernah mengingikuti Olimpiade Matematika se-Jawa Timur ini.






                                                               Nessa: paling kiri

Efanisa Eka Yulia
Status: Jomblo Manis
Jomblo Bukan Sebuah Musibah
Ilustrasi:
Perhatikan dulu gambarnya baik-baik. Lalu, bukalah kemasannya. Ambil secuil dan lahab pelan-pelan. Nikmati dan rasakan manisnya makanan satu ini. Lelehannya membuat lidah tak mau “pindah kelain hati”. Sekarang, mulailah menerka. Makanan apa in? Ya, tak asing lagi di telinga kita, cokelat. Itulah sedikit gambaran tentang manisnya menjadi jomblo.

“Jomblo itu kayak makan cokelat, manis. Kata orang, jomblo itu gak enak. Nangdi-nangdi gak onok pasangane. Tapi, tidak bagiku. Saat ini aku free. Malah, gak enak kalau punya pacar,” ucap Nesaa memulai wawancara.

Cewek Analis Kesehatn ini mulai menyadari keutamaan-keutamaan menjomblo. Ia mengakui, saat dirinya menjomblo, antar jemput siapa pun bisa. Dia malah memberi gelar “pacarku” kepada orang itu, yang bermakna bukan dalam arti sebenarnnya. Siapa pun bisa dia suruh. 

Menjomblo juga memberi keuntungan lain baginya. Dia bisa menilai cowok ini gimana, cowok itu gimana. “Enaklah jomblo itu,” akunya. Sebelum saatnya matang untuk melanjutkan ke pernikahan, dia mengungkapkan cuma PDKT aja. “Planningnya, gak akan pacaran sebelum aku pinter, sebelum aku meraih cita-citaku,” kata gadis penggemar olahraga voli ini. 

Cewek yang pernah, menjalin cinta monyet ini, tak segan membagi pengalaman dari masa pacarannya dulu. Menurutnya, pacaaran itu merugikan wanita. Pertama, sudah dijalani serius, ternyata ditinggal. Kedua, nambah-nambah dosa. Ketiga, boke’. “Boke’ sama dengan menjadikan hidup boros, karena uang yang seharusnya ditabung, malah ditujukan ke pacar,” terangnya pada sore itu. 

Selain rugi, nambah-nambah dosa, dan boke’, Nessa juga merasakan dampak negatif lain saat pacaran. Apa itu? Ngamukan dan stess lantaran selalu memikirkan sang pacar. “Pacar kita tidak menghubungi satu hari saja, dikirain selingkuh. Tidak bisa konsen akhirnya,” akunya. 

Untuk saat ini dan kedepannya, dia bertekad menjaga hati. Planningya lagi untuk ke depan “Berpegang teguh pada pendirian dan menjauhi yang dilarang”.

“Bukan munafik atau apapun, aku cuma ingin jika aku menjaga hatiku untuk yang halal nantinya. Semoga dia juga menjaga untuk aku yang halal nantinya. Pada intinya, menjadi seorang yang bergelar jomblo bukan sebuah musibah yang perlu dikhawatirkan,” tutupnya dalam roomchat Facebook.





                                                                          

Aysha Vio Ferika Hana Crisvani Islamwell
Status: Single
Kebahagiaan dari Sang Idola

Pengidola tokoh muda terkenal dan berprestasi. Sosok inilah yang terdapat pada pribadi Aysha Vio Ferika H. C. I. (16). Gadis yang akrab denga panggilan “Mbak Well” ini mengaku idola lebih diprioritaskannya daripada seorang pacar. Dua tokoh idolanya yakni, Dominic Bryan dan Dong Can. 

Alasannya, karena Dominic  bisa menarik hatinya. “Anaknya  nyaman diajak berkomunikasi, lucu, dan wajahnya imut-imut. Umurnya juga gak beda jauh dari aku, 17 tahun,” kata Vio saat ditemui awal Januari lalu. Selain alasan itu, ia  mengagumi pribadi Dominic lantaran prestasinya. “Dia itu satu-satunya pemegang rekor dunia unutk mengingat memori,” imbuhnya dengan bangga.

Darah kelahiran Pasuruan, 22 November 1997 ini memang masih single. Waktu SMP, dia pernah mendirikan kelompoik jomblo. Bersama seorang temannya, dia lalu membentuk Crysti  Ray. Ide itu muncul karena dia terinspirasi dari FTV, Kejora (Kelompok Jomblo Bahagia). Bermula dari dua orang, Crysti Ray lalu berkembang menjadi enam orang saat ia menjadi siswi kelas IX SMP.

Statusnya yang sigle ini malah membuat Vio berprestasi. Mulai dari bidang kademik hingga seni, dia torehkan tinta emas pada semua bidang itu. Beberapa prestasi Vio yang boleh dibulettinkan adalah Juara I Karya Tulis Islam Ilmiah se-Kabupaten Pasurun dan Juara Harapan 3 Film Indie. Dua buah prestasi itu ia raih ketika kelas IX SMP.

Lantas, motivasi apa yang membuat Vio betah dengan status singlenya? Beda dari yang lain, jawabannya. Jika remaja-remaja seusianya sudah pacaran, dirinya tidak ingin seperti itu. Lewat idola-idolanya, dia sudah mendapatkan kebahagiaan tersendiri. 

“Hanya dengan memandang fotonya, bisa buat semangat belajar. Saat lelah, tinggal buka foto fans-fansnya lalu mendengarkan lagunya. Kalau ada masalah, tinggal cerita ke orang tua dan sharing-sharing,” akunya. Vio memang berprinsip beda dalam segala-segalanya. Tak hanya beda, dia juga ingin menjadi unik. “Justru, aku harus beda dari yang lain. Gak boleh sama!” ujar ketua kelas X Analis ini.






 Mega Setya Indriani
Status: Jomblo Terhormat
Malas, Mestikah Buruk? 

“Saya menganggap jomblo itu  bukan  nasib, tapi pilihan.” Begitulah Mega mengungkapkan statusnya sekarang. Siswi kelas X Analis Kesehatan ini lebih mementingkan apa yang ada saat ini untuk masa depan. Alasan lain mengapa ia memilih sendiri, adalah karena ia menganggap pacaran zaman sekarag itu sudah aneh.
“Soalnya pacaran anak jaman sekarang itu udah aneh kelewat batas. Contoh aneh, pacar sakit, mereka khawatir banget. Coba orang tuanya yang sakit, pasti gak peduli,” tutur cewek penggemar menulis ini. 

Soal perasaannya, Mega mengungkapkan jika dirinya merasa biasa, bahagia, seperti anak normal yang lain. Dia menambahkan, tak perlu pacaran lantaran sudah kebanyakan kasih sayang. “Kalau pacaran kan tandanya kekurangan kasih sayang,” jelasnya. Sumber kasih sayang itu telah ia dapatkan dari orang tua dan sahabat-sahabatnya. 

Di masa-masa SMK-nya kini, Mega tidak ingin pacaran dahulu. Sebab, selain alasan di atas, ia mengaku sudah mempunyai banyak penggemar. “Sebenarnya gak papa sih pacaran, cuma malas,” tutur mantan jawara di kelas IX SMP Negeri 2 Pandaan ini.

Di masa depan nanti, ia akan berpegang teguh pada pendiriannya saat ini. “Kayaknya aku gak pacaran deh meskipun udah kerja nanti, dan mudah-mudahan betah menjomblo sampai Allah menghadirkan orang yang tepat. Aku gak pengen pacaran sebelum nikah soalnya aku udah bahagia diantara orang-orang yang sayang sama aku. Dan aku juga males buang-buang waktu dengan orang yang tidak tepat,” tutupnya melalui pesan singkat.

Muhammad Sajidin Nur
Kelas X Ankes
2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil