Ajang Promosi, Adakan JS Learning Community



Target 40, Kalau Meleset ke 50 Aja!


 

Jam dinding masih menunjukkan pukul 05.40 WIB, namun Aysha Vio Ferika H.C.I (16) dan seorang temannya, Syilvia Rosyita Dewi (16) telah stand by di Stand SMK Perguruan Muhammadiyah 3 Pandaan (Perguruan Muga Pandaan). Ditemani meja-meja kayu yang tersusun bersekat-sekat di depanya, ia menunggu kawan-kawannya yang akan menbawakan seperangkat alat jualan dan krat-krat minuman botol padanya. Sesuai rencana, Vio dan kawan-kawan Pimpinan Ranting IPM SMK akan mencoba berjualan di acara Jalan Sehat (JS) Learning Community yang diadakan oleh SMA Muhammadiyah 3 Pandaan  (SMAMTA) hari Selasa kemarin (27/5/2014). Tujuannya simple, untuk mengasah kemampuan mereka di luar organisasi dan menambah uang kas PR IPM SMK. 

Oleh Muhammad Sajidin Nur dan Efanisa Eka Yulia

Beberapa orang siswa SD Muhammadiyah 3 Pandaan terlihat sedang berdiri di halaman kantor Kecamatan Pandaan. Mereka sedang menunggu karib yang juga akan mengikuti jalan sehat. Sementar itu, di salah satu rumah penduduk sekitar, telah berkumpul anggota drumband SMP Muga, Diamond Simphony of Muhammadiyah (DSM). Pagi itu mereka akan mengawal para peserta jalan sehat mulai dari kantor Kecamatan Pandaan sampai Perguruan Muga Pandaan. 

Sekitar pukul 06.42 WIB peserta jalan sehat memulai startnya. Pesertanya kebanyakan dari internal sendiri, meliputi siswa SD, SMP, SMK, dan warga Muhammadiyah, bahkan ada juga siswa dari SMK lain yang mengikuti acara ini. Sempat pula terjadi kemacetan saat rombongan ini melewati jalan raya Pandaan. Namun, beberapa warga Muhammadiyah saling bekerja sama untuk mengatasinya.

Ketua panitia jalan sehat, Muhammad Ishmadi mengatakan, “Acara ini merupakan salah satu bentuk promosidari SMA Muhammadiyah 3 Pandaan. Kita berniat untuk memadukan masyarakat yang islami dengan masyarakat yang gemar beolahraga dari semua lapisan tanpa terkecuali.” Selain itu, acara ini juga menjadi baygron di balik pelepasan siswa kelas XII SMAMTA pada tahun ini yang berjumlah 16 orang. Beliau menagetkan di tahun ajaran baru ini ada 40 siswa yang terjaring. Ada dua kelas yang disediakan, yakni IPA dan IPS. “Kalau meleset ke 50, bukan ke bawahnya,” ucapnya lantas terkekeh. 

Sekitar pukul 07.40 WIB, peserta jalan sehat tiba di garis finish. Untuk melepas lelah, mereka lantas menyerbu stand-stand yang ada di acara itu. Setelah beberapa puluh menit peseta beristirahat, DSM SMP Muga lalu menyiapkan posisi di lapangan olahrga. Dengan optimisnya, mereka memberikan beberapa buah lagu dengan cara display yakni memainkan drumband dengan membentuk pola di tempat terbuka. Sang Gitapati yang berkostum pink dengan sehelai bulu panjang di atas kepalanya, mulai mengangkat-turunkan tangannya di depan semua personel drum band. Dengan arahn tangan Sang Gitapati, para pemain bisa mengompakkan tempo lagu yang sedang dibawakannya. 

Dandi, salah satu pemain drum band DSM mengutarakan kegembiraannya tentang penampilannya kali ini, “Seneng banget saya, uji nyali di depan orang banyak. Sudah 5 bulan latihan ternyata tak sia-sia.” Perlu diketahui bahwa drum band ini sudah beberapa kali memenangkan berbagai acara. “Terus berlatih, jangan pantang menyerah! Jadikan drum band ini lebih baik di tingkat nasional!” Harapnya untuk drum band yang diikutinya. 

Rezeki Sudah Diatur 

Dipandu suara Ishmadi yang lantang, pengundian kupon jalan sehat berlangsung meriah. Beberapa hadiah awal dibagikan dengan tempo lambat, seperti: sepatu sekolah, peralatan dapur, peralatan rumah tangga dan berbagai hadiah menarik lainnya. Pembacaan kupon undian dilakukan sampai 3x. Apabila sudah tidak ada orang yang mencocokkan nomornya, kupon itu dianggap hangus. Begitulah seterusnya hingga tiba di doorprize yang ditunggu-tunggu, yakni HP Samsung dan sebuah kipas angin listrik. 

Salah satu peserta yang mendapat HP Samsung adalah Fajar Azat Rafiudin. Peserta yang juga termasuk murid SD Muga ini secara kebetulan mendapatkan hadiah utama yaitu HP. Seperti yang dia bilang, “Saya ini tidak menduga kalau bisa dapat HP.” Anak yang tinggal di Jln. Sidodadi-Pandaan tersebut merasa senang atas hadiah yang telah diberikan. “Pengen sering-sering diadakan acara seperti ini lagi, biar bisa dapet hadiah terus,” ucapnya sambil nyengir

Sementara peserta lain, ada yang merasa kecewa karena tak mendapat hadiah sebuah hand phone. Karena rizki sudah diatur oleh Yang Kuasa, sebanyak apapun kupon yang dibawa, kalau bukan rezekinya ya tidak dapat hadiah. 

Di tengah-tengah gebyar, peserta jalan sehat mendapat siraman rohani dari seorang ustadz. Tema yang beliau bawakan kali itu adalah mengenai “Menginfaqkan harta dijalan Allah”. Di sini, sang ustadz membawakan tausiyahnya dengamn antusias. Berikut kutipannya, ”Barang siapa yang berinfaq di jalan Allah dan ia yakin Allah akan membalas kebaikannya, maka benar balasan itu datang padanya. Namun apabila ia berinfaq dan tidak yakin Allah akan membalas kebaikannya, maka benar balasan itu tidak akan datang padanya.” 

Setelah acaa tausiyah selesai, siswa-siswi SMAMTA menunjukkan aksinya di atas panggung seluas 7x10 m2. Mereka menampilkan dance, tari kreasi, fashion, dan paduan suara.  Salah satu peseta mengungkapkan bahwa persiapan untuk tampil ini kurang dari satu minggu. Tetapi, mereka bisa tampil bagus di hadapan para peserta jalan sehat. Ketika ditanya bagaiman perasaanya saat tampil? Riska Putri Yuliasari (16) menjawab, “Di saat tampil untuk padus (paduan suara) tadi aku grogi setitik-setitk, tapi untunglah moment itu bisa dilewati dengan baik.”  

Tidak hanya siswa kelas X dan XI SMAMTA saja yang menyuguhkan hiburan, tiga orang wisudawan juga tampil memukau dalam lip sinc yang dibawakan. Kedua wisudawan itu saling memperebutkan satu cewek. Ada adegan memberikan bunga dan adapula adegan ciuman dari kedua wisudawan itu ke cewek tersebut. Saat itulah penonton yang masih bertahan hingga siang hari melempar oplos meriah kepada peran mereka. 

Di tengah-tengah kesibukan acara itu, tampak pula para pedang memenuhi stand yang disediakan oleh pihak SMATA. Sekitar delapan stand terjejer berseberangan dalam acara itu. Kebanyakan penjual di stand tersebut merupakan warag internal Perguruan Muga Pandaan sendiri. 

Salah satunya penjual makana di stand tersebut adalah Yeti Ardiana (48). Perempuan yang kesehariannya menjadi ibu kantin di Perguruan Muga ini mengaku senang dengan adanya acara ini. “Alhamdulillah, kita syukuri dagangannya laris.” Beberapa makanan yang paling disukai pembeli adalah minuman dingin dan snack. Ia mengkreasikan snack-snacknya dari biasanya yang sekiranya dapat menarik pembeli untuk datang. Tiap satu bungkus plastik snack, ia jual seharnga Rp 5000 di acara ini. Mengenai acara ini, ia berkomentar bahwa acaranya bagus dan kalau bisa, meningkat di tahun depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil