Bila Ajal Terasa Konyol




Judul              : DREADFULLY DEADLY HISTORY  
Pengarang      : Clive Gifford
Halaman         : 224 halaman
Penerbit          : Gagas Media
ISBN               : 979-780-618-9
Cetakan          : 1, 2013
Peresensi        : Muhammad Sajidin Nur*




Bagaimana cara menghindari mengubur orang yang sebenarnya masih hidup? Pada abad 19, orang-orang di berbagai daerah menciptakan berbagai cara dan alat untuk memastikan seseorang benar-benar telah mati. Salah satunya, memasang bel di dalam kuburan! Tujuannya agar orang yang sebenarnya belum mati bisa memencet bel tersebut dan keluar dari kuburan ^_^.

Begitulah buku ini bercerita. Berbagai fakta unik seputar kematian, penyakit, dan bencana yang terjadi di dunia dijelaskan secara gamblang dalam buku setebal 223 halaman ini. Latar belakang penulis, Clive Gifford, sebagai jurnalis dan editor membuatnya mengenal banyak bidang dan mendorongnya melahirkan buku dari beragam tema, mulai dari sains dan teknologi, humaniora,olahraga, hingga lifestyle, salah satunya buku ini: Dreadfully Deadly History. 

Tak hanya bercerita tentang horor, buku ini mengandung banyak pengetahuan yang tersaji di dalamnya. Kita bisa menemukan informasi-informasi penting tentang kesehatan, penemuan-penemuan, pengetahuan akan sejarah dunia, dan masih banyak lagi. Tak jarang, buku ini juga terasa konyol. Salah satunya ada pada sub bab Detektor Kehidupan.

Seorang dokter bedah asal Denmark bernama Jacob Winslow (1669-1760) memeberikan saran yang digunakan untuk memastikan seseorang memang sudah benar-benar mati, salah satunya dengan menuangkan (maaf) air kencing hangat ke dalam mulutnya. 

Memang konyol, tapi itulah yang sebenarnya terjadi. Selain kekonyolan, buku ini sudah pasti bercerita tentang hal yang sadis dan mencengangkan. Untuk hal yang sadis, kita bisa tengok halaman 61. Kita bisa membayangkan betapa sadisnya cerita di sub bab  Tiran Kejam ini,

Benar-Benar Kejam
Penguasa Rusia pada abd ke-16 mendapat julukan “Ivan yang Kejam” bukan tanpa alasan. Dia pernah membunuh ribuan orang musuhnya. Sebagian diantara mereka direbus hidup-hidup, yang lain diikat lengan dan kakinya pada empat ekor kuda, yang melaju dengan cepat ke arah berlawanan. 

Selain itu, ada juga cerita yang mencengangkan di dalamnya sepeti pad sub bab Takut Pada Gelap. Berikut petikannya, 

Raja Louis yang saleh adalah putra seorang pria bernama Charlemagne, yang menjadi Raja di Prancis. Pada tahun 840, langit menjadi gelap gulita di siang hari selama terjadi gerhana matahari total. Lima menit kemudian, langit terang lagi. Tetapi menurut legenda, Louis tidak bangun lagi. Dia mati ketakuatan.

Dikemas dalam bentuk cerita singkat denga ilustrasi, buku ini akan membawa kita bertualang menelusuri sejarah kematian masa lalu yang mengerikan, mencengangkan, juga tak jarang konyol dan mengundang tawa. Dengan bahasa yag ringan, penulis coba mengungkapkan pengetahuannya melaui buku yang ia lahirkan diantara 170 karyanya yang lain.  

Tak boleh dipandang sebelah mata, buku ini pun menyimpan pengetahuan medis yang sangat berguna bagi mahasiswa kedokteran. Tersebut dalam Peralatan Otopsi (hal 46)

Ini sebagian peralatan yang digunakan dokter untuk membedah mayat dan mencari tahu bagaimana atau mengapa seseorang meninggal. Alat-alat yang disebutkan disertai pengertinnya juga, antara lain jarum hagedorn, gergaji tulang, pisau bedah, pahat tempurung kepala, pemotong iga berbentuk tang, pisau roti, timbangan, dan enterotome. 

Satu lagi yang konyol. Ada penemuan-penemuan dunia pada sub bab Telah Kutemukan… Arrrrg! 

Sebagian penemu yang malang terbunuh oleh alat temuan mereka sendiri. 

Jatuh… dan Jatuh
Seorang penjahit bernama Franz Reichelt jatuh hingga tewas dari beranda pertama menara Eiffel, di Paris, Prancis, pada 1912. Saat dia sedang menguji penemuan  barunaya-sebuah mantel besar yang berfungsi sebagai parasut… atau ternyata bukan. Ia pun tewas saat itu juga.  

Ketika membaca buku ini, peresensi merasakan hawa dunia mulai masuk ke ruang pikiran. Pengetahuan dunia yang belum pernah peresensi ketahui, bisa dapatkan di sini. Selain cerita horor yang konyol, sadis, dan mencengangkaan, buku ini juga menyimpan kemenarikan tersendiri, contohnya pada sub bab Membuat Sendiri Gunung Berapimu. Pada materi tersebut, kita diajak untuk bereksperimen. Yang kau butuhkan adalah baki, tanah liat atau tanah lempung, botol plastik atau wadah, 1-2 sendok makan baking soda, pewarna makanan merah, 30 ml (1/8 cangkir) cuka, dan terakhir sabun cair.

Langkah pertama, buatlah gunung berapi berbentuk kerucut di atas baki. Kau bisa membuatnya dari tanah liat atau tanah lempung. Biarkan tengahnya bolong, cukup besar untuk bisa memasukkan botol plastik atau wadah.

Langkah kedua, masukkan baking soda dan beberapa tetes pewarna makanan ke dalam botol plastik. Tambahkan tiga atau empat tetes sabun cair. Isi botol dengan air hangat sampai hampir penuh, tetapi sisakan ruang untuk cuka.

Langahn terakhir, letakkan botol itu di bagian tengah gunung berapimu dan segera masukkan cuka dalam sekali tuang. Menjauh dari gunung berapimu dan amatilah bagaimana gunung berapi itu meletus. Cuka dan baking soda saling bereaksi hingga menciptaka gas karbondioksida. ‘Lava’ merah akan menggelembung ke atas dan mengalir ke bagian sisi gunug berapimu

Itulah sebagian kecil dari gambaran buku ini. Di sisi yang lain, kita akan “tersedak” dengan ungkapan kalimat yang agak rancau. Selain itu, ada juga penjelasan yang membuat bingung karena tidak ada gambar yang mendukung. Terlepas dari itu semua, buku ini sangat disarankan bagi mereka yang haus akan informasi tentang sejarah dunia. Siapkan mental jika Anda membaca buku ini. Waspadalah, buku ini bukan untuk orang yang bernyali kecil!

*Sajidin, pelajar SMK MUTU Pandaan. Bisa disapa di FB Muhammad Sajidin Nur dan email: sajidin_smpmugamesra@ymail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil