Profil Seorang Muhammad Sajidin Nur
Orangnya kalem dan datar. Itulah
penilaian seorang teman terhadapku di dalam tulisannya. Terlahir sebagai
laki-laki dan diberi nama Muhammad Sajidin Nur, kini aku dipanggil Sajidin di
sekolah. Bersama kedua orang tua dan kedua adikku, aku tinggal di Dusun Kulak
RT 01/RW 12 Desa Nogosari Kecamatan Pandaan. Bersam merekalah, aku menjalani
kehidupan sehari-hari. Tepat tanggal 29 Mei 1997 silam, aku dilahirkan di Kota
Pasuruan. Sejak kecil, aku telah memeluk agama Islam. Hal itulah yang membuatku
menempuh bangku SMP yang notabene Islam, yakni SMP Muhammadiyah 3 Pandaan.
Kini, aku juga masih bersekolah di lingkungan Islam, yakni SMK Muhammadiyah
Pandaan. Sebagai seorang yang selalu ingin maju, aku mempunyai target-target
yang harus kudapatkan. Target itu antara lain: bisa merubah kehidupanku menjadi
lebih baik, bisa merubah nilaiku di sekolah, bisa mempunyai otak cemerlang,
bisa mengatur waktu dengan baik, bisa menghilangkan rasa malas, bisa menyelesaikan tugas-tugasku tepat waktu,
dan bisa menjadi juara 1 di kelas. Oleh karena itulah, aku mempunyai motto
hidup “Hari ini harus bisa lebih baik daripada hari kemarin”.
Menulis
adalah hobby yang mulai kuaktifkan
seminggu ini. Hal ini dilatar belakangi oleh keinginan untuk meniru seseorang
yang kukagumi. Dia adalah seorang teman perempuanku yang cantik, pintar, dan
juga bisa menulis. Itulah yang menjadi sebab mengapa aku mengaguminya. Selain
itu, saat menyusun tugas ini seminggu lalu (5/10/2013), aku baru sadar bahwa aku
tidak mempunyai hobby. Karena
dorongan dua faktor itulah, aku memulai hobbyku
dengan menulis. Menulis apa yang bisa kutulis di note Facebook. Di masa depan, aku ingin menjadi seorang wartawan.
Terjun langsung ke lapangan untuk mencari berita. Cita-citaku ini mulai terbentuk
saat duduk di kelas VIII SMP. Saat itu, aku hilang arah dan tujuan. Oleh karena
itu, aku berusaha mencari cita-cita. Alhasil, setelah melihat gambar-gambar
profesi di kamus bahasa Inggris teman, aku melihat seorang jurnalis. Aku
teringat bahwa di sekolah ada ekstrakurikuler Jurnalistik yang selalu kuikuti.
Dari situlah, aku menentukan pilihan untuk bercita-cita menjadi seorang
wartawan di kemudian hari.

Mantap cak, teruslah berkarya!
BalasHapus