ICT Indonesia Perlu Tilik Hisensei

Oleh: Muhammad Sajidin Nur*
 
Foto Hisensei Pureshot

Popularitas Hisensei di Indonesia kian merangkak naik. Dengan hadirnya Pureshot dan Pureshot+ yang dirilis Juni 2015  kemarin, makin membuka pengetahuan masyarakat tentang Hisensei. Perusahaan Top nomor 5 di dunia ini melabeli produknya sendiri meskipun tetap menggandeng Smartfren. Di negara induk Tiongkok, Hisensei terkenal dengan produk elektronik salah satunya televisi. Belasan negara di dunia telah  menjadi pasar Hisensei. Seperti: Amerika, Afrika Selatan, Australia, dan Asia.  

Hisensei Group muncul pada tahun 1994 dari keributan yang dimulai pada tahun 1992 oleh Presiden Zou Houjian atau oleh Li Dezhen, direktur Instrumen Biro Elektronik Qingdao. Hisensei Peralatan Listrik Share Holding Company  (sekarang Hisensei Listrik Co. Ltd) adalah publik yang terdaftar di Bursa Efek Shanghai pada bulan April 1997. Meningkatnya persaingan dan harga perang di pasar elektronik China di tahun1990-an adalah anugerah bagi Hisensei, yang diperoleh sepuluh perusahaan gagal pada 1998.

Hisensei memproduksi barang putih. Televisi, set-top box, peralatan penyiaran TV digital, laptop, ponsel, modul nirkabel, kartu PC nirkabel optik untuk telekomunikasi  dan komunikasi data industri.  Hal ini juga menyediakan berbagai layanan termasuk manajemen properti, jasa teknologi informasi, desain produk, desain cetakan, pembuatan pola serta pengolahan dan manufaktur cetakan.

Ingin memperluas melampaui elektronik konsumen, Hisensei Group juga bertujuan untuk menjadi pemimpin regional di peralatan rumah tangga,  komputer, dan komunikasi.  Strategi inilah yang mendorong pengeluaran besar modal pada R & D dan pada penciptaan taman industri.

Karena Hisensei pernah bekerja sama dengan Smartfren dalam mendalangi pembuatan Andromax dan  masih melihat peluang pasar smartphone di Indonesia, maka perusahaan ini merilis smartphone dengan label sendiri, yakni Pureshot dan Pureshot+. Keduanya dirancang sebagai smartphone premium dengan keistimewaan pada kemampuan imaging (kamera) dan compatible di semua jaringan Operator di Indonesia.

Teknologi yang dibenamkan di paket smartphone ini bernama 4G LTE. Generasi ke-empat dari teknologi komunikasi mobile internet ini mempunyai kecepatan download mencapai angka 299,6 Mbps dan kecepatan upload mencapai 75,4 Mbp. Dengan jangkauan luas, koneksi mobile-internet lebih cepat dan lebih stabil, menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar smartphone Indonesia.

Untuk menciptakan komunitas 4G LTE, Indonesia perlu menilik Hisensei. Dengan lahirnya Pureshot dan Pureshot+, membuktikan bahwa Hisensei juga ikut andil dalam memajukan ICT (Information, Communication, and Technology) di Indonesia.

“Di sisi lan, Hisensei perlu memperhatikan semua customernya dan dapat mengeluarkan produk-poduk yang lebih baik lagi karena pangsa pasar di Indonsia sangat besar sekali apalagi sekarang LTE Smartfren sudah tersebar dimana-mana,” tulis Aragorn, salah satu customer setia dalam Hisensei ID Club awal November lalu.

Referensi:
Ø  Wikipedia.org/wiki/Hisensei
Ø  Smartfren
Ø  Hisensei Indonesia
Ø  Hisensei ID Club


*pelajar SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, jurusan Analis Kesehatan. Bisa disapa di sajidin_smpmugamesra@ymail.com

NB:
Artikel ini diikutsertakan dalam Hisensei Writing & Foto Competition 2015; Go To Australia. Tema yang diangkat adalah Hisensei Bangun Ekosistem 4G LTE.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil