Profil Seorang Muhammad Sajidin Nur (2)

Assalamu'alaikum wr. wb.

       Di bawah ini adalah essay teman sejawat sewaktu masih SMK yang menuliskan sedikit dari cerita saya di masa lalu. Semoga bisa memberi pencerahan buat kawan-kawan semua siapa dan bagaimana sih sisi lain Muhammad Sajidin Nur 😊.

        Oh iya, mungkin kawan-kawan ada yang bertanya. ... (2) maksudnya apa ya? Oh itu seri kedua dari Profil Seorang Muhammad Sajidin Nur. Pertanyaan berikutnya, profil seri pertama dimana? Tenang, ini adalah link untuk masuk ke profil pertama: http://muhammad-sajidin-nur.blogspot.com/2015/11/profil-seorang-muhammad-sajidin-nur.html?m=1.


          Motivasi saya, sebagai salah satu cara untuk menyambut milad ke 21 saya pada Selasa, tanggal 29 Mei 2018 mendatang sebagai reminder bahwa umur bertambah, harus semakin lebih baik dan lebih baik. Nun Wal Qalami Wama Yasthuruun. Fastabiqul khairat. Terima kasih dan...

Wassalamu'alaikum wr. wb.



Amalia, Aruni. 2014. Vespa Sang Kyai. Blog Hidup Adalah Perjuanggan. http://runiamalia.blogspot.com/2014/02/vespa-sang-kyai.html?m=1 diambil pada 23 Mei 2018 pukul 06.14 WIB


Vespa Sang Kyai



          Menjalani hari-hari sebagai ketua KDI di organisasi IPM, adalah suatu kebanggan untuk siswa satu ini. Muhammad Sajidin Nur, salah satu murid SMK yang memiliki potensi besar dalam dakwah dan menulis. Memiliki aktivitas banyak tentu memerlukan kendaraan untuk berwira-wiri dari satu tempat ke tempat lain. Itulah yang membuat siswa bertubuh semampai dengan kulit eksotis alias sawo matang ini memutuskan untuk membawa kendaraan bermotor roda 2 keluaran tahun 60-an. Sajidin membawa vespa berwarna hitam dengan bunyi “nggreng nggreng.. otok otok” . Dengan vespa hitam kesayangannya itulah Sajidin menyusuri jalan yang padat dengan asap dan debu.
          Seolah tak perduli dengan kicauan orang-orang, Sajidin tidak malu untuk membawa vespanya ke sekolah. Ia percaya diri, bangga, karena memiliki vespa yang sejatinya adalah barang antik dan tak semua orang memilikinya. Tak jarang vespa Sajidin sedikit macet ketika dipakai dijalanan yang sedikit menanjak. Sehingga perlu bantuan salah seorang guru untuk mengendarainya.
          Lepas dari itu semua, Sajidin juga sering menorehkan namanya pada sebuah Piagam atau Sertifikat karena prestasinya. Ia pernah menjadi juara 1 lomba Jurnalistik se-Jawa Timur, menjadi juara 2 di kelas, mengikuti lomba blog nasional, mengikuti lomba baca Al-Qur’an, dll. Ia juga merupakan seorang pemimpin di beberapa organisasi, seperti Ketua KDI (Kajian Dakwah Islam) di IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tingkat Cabang dan Ranting, menjadi wakil ketua kelas, dll.
Usut punya usut, ternyata tak hanya Sajidin saja yang pernah memakai vespa. Salah satu guru (sebut saja Si Profesor) ternyata pernah memiliki vespa. Vespa tersebut merupakan saksi bisu perjalanannya menitih pendidikan S1 psikologi. Bisa dibayangkan, anak kuliahan memakai vespa, itu merupakan hal aneh yang tak semua orang bisa lakukan. Namun, apakah hanya karena vespa, Si Profesor tak bisa merampungkan S1 nya? Tidak! Profesor bisa menyelesaikan S1 nya dengan baik. Malah sekarang sudah menjadi Master dan rencananya akan melanjutkan studi S3.
          Sosok vespa yang dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, ternyata memiliki saksi sejarah bagi orang-orang tertentu. Contohnya seperti Sajidin dan Si Profesor. Mereka menomor satukan pendidikan dan mekesampingkan apa kata orang. Mereka tak peduli orang mau ngomong apa, terserah. Yang penting saya bisa, saya berprestasi, memiliki pendidikan tinggi, dan menjadi orang yang selalu baru untuk kehidupan yang baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil