OTORITAS TURKI UMUMKAN STATUS HAGIA SOPHIA


Oleh: Muhammad Sajidin Nur*

Palu Sidang (maxmanroe.com)


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Bismillahirrahmanirrahim. Segala puja dan puji hanya milik Allah SWT yang telah menganugerahkan akal budi pada kita sebagai alat analisis dan berpikir universal serta diturunkan pula sumpah agung-Nya, Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan (QS. Al-Qalam ayat 01) membuat kita semakin geliat untuk menulis.

     Rekan-rekan semua, sebagai umat Islam kita mesti tidak asing dengan kabar yang beredar di media massa akhir-akhir ini yang datangnya dari wilayah Eropa. Tepatnya pada hari Jum’at 10 Juli 2020. Pasti sudah tahu kan? Itu loh berita tentang pengumuman dari Otoritas Turki tentang keputusan pengadilan Majelis Agung (MA) Republik Turki yang menyatakan mencabut status Hagia Sophia (Ayasofya) dari sengketa panjang di era kepemimpinan Presiden Kemal At-Taturk tahun awal kemerdekaan Turki awal tahun 1940-an hingga masuk era kepemimpinan Presiden Tayyip Erdogan yang sedang berlangsung periodenya di tahun 2020 ini.

      Hagia Sophia sebagai bangunan monumental tidak terbukti sebagai hasil rampasan perang dari orang Nasrani secara paksa pada zaman bahoela di rezim Turki Ottoman. Status masjid tersebut dimiliki resmi almarhum Sultan Mehmed II (Pangeran Al-Fatih) setelah dibeli dari orang Nasrani kemudian diwakafkan kepada Negara. Sehingga setelah status itu dicabut oleh MA Republik Turki, maka Presiden Endorgan segera saja mengambil kebijakan untuk mengalihfungsikan lagi bangunan berusia 1500 tahun (1,5 milenium) itu menjadi masjid setelah sekian ratus tahun menjadi situs warisan dunia berupa museum yang sarat terkandung di dalamnya nilai-nilai universal.

        Presiden Endorgan sendiri berjanji akan membuka lebar-lebar pintu Hagia Sophia untuk kaum muslimin, para Nasrani, maupun para turis dari WNA yang berkunjung ke sana. Sementara pembukaan resmi dan perdana Hagia Sophia akan digelar pada hari Jum’at, 24 Juli 2020 untuk dilakukan Shalat Jum’at setelah sekian ratus tahun vakum dari aktifitas ibadah umat Muslim.

      Presiden saat ini sedang mempersiapkan dan menata ulang sarana prasana seperti menutup mosaik yang berada di langit-langit Hagia Sophia. Agar tidak terlihat dari bawah, namun para turis bisa tetap memotretnya dari lantai atas bagunan itu. Seperti kita ketahui bahwa mosaik adalah hasil seni tempel (tempelan) ornamen-ornamen batu yang membentuk sebuah karya dua dimensi yang biasanya ada pada katedral. Fyi, di dalam bangunan itu kini sedang tertempel mosaik Bunda Maria yang mengendong putranya Isa Al-Masih berdampingan dengan kaligrafi bertuliskan Allah SWT dan Muhammad SAW.

Hagia Sophia interior (travel.kompas.com)

   Presiden Erdogan juga menyatakan bahwa kritik luar negeri terhadap pembukaan sekaligus alihfugsi Hagia Sophia sebagai masjid dan eksistensi masjid sebagai ruang ibadah umat muslim dari yang sebelumnya museum monumen warisan dunia internasional merupakan serangan eksplisit terhadap kemerdekaan Republik Turki. Meski demikian, komentar sengit datang dari Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis yang menuding keputusan itu merupakan bentuk penghinaan terhadap karakter ekumenis dari Hagia Sophia menurut mereka. Kemudian dari Vatikan, Paus Fransiskus menyatakan kesedihan mendalam atas nasib Hagia Sophia di tanah Turki sekarang ini. Sementara pihak UNESCO (organisai situs warisan dunia) sedang mempersiapkan pemberkasan untuk Hagia Sophia. Pihak UNESCO sendiri menyatakan belum mendapatkan komunikasi baik lisan maupun tulisan dan konfirmasi serta koordinasi dari Presiden Tuki untuk masalah ini. 

     Dari sekilas info di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengumuman dari Otoritas Turki tertanggal 10 Juli 2020 hari Jum’at lalu menyatakan bahwa status Hagia Sophian secara benar dan sah milik pemerintah Negara dari wakaf seorang warga negaranya yaitu almarhum Sultan Mehmed II (Pangeran Al-Fatih). Kemudian, fakta bahwa Hagia Sophia (Ayasophia) direbut secara paksa dari orang Nasrani pada zaman pemerintahan Turki Ottoman tidak dapat dibuktikan secara hukum (tidak terbukti). Sedangkan dari pihak Presiden Erdogan sendiri berjanji akan membuka pintu lebar-lebar bagi turis yang akan berkunjung (akses fisik) ke Hagia Sophia. Presiden menyatakan kritik atas pembukaan Hagia Sophia untuk ruang ibadah umat muslim masjid, dianggap sebagai serangan eksplisit terhadap kemerdekaan Republik Turki. Sang presiden saat ini sedang mengurus, mempersiapkan sarana dan prasana internal bangunan itu untuk acara gelar Shalat Jum’at sebagai pembukaan perdana pada hari Jum’at 24 Juli 2020 mendatang. Semoga kita semua senantiasa dalam perlindungan Allah SWT agar syiar-syiar Islam tetap menggaung di seantero negeri ini dan masyarakat dunia pada umumnya.

Untuk referensi mutakhir dapat dilihat di link berikut:

       Demikian informasi yang bersifat informatif  ini telah kita ulas bersama di blog ini. Sinau bareng lah istilahnya. Bila hendak berkorespondensi, silahkan tinggalkan komen di bawah atau ke IG: muh_sajj dan email m.sajidinnur29@gmail.com.

       Akhirul kalam, tak ada gading yang tidak retak. Bila ada saran, kritik, dan masukan akan penulis terima dengan tangan terbuka agar makna dan nilai yang terkadung di dalam tulisan ini tidak menjadi kabur dengan adanya sumbangsih saran dan kritik tersebut.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


                                                                                                                    Salam,
                                                                                                                    Ttd


                                                                                                                       Tim Pencari Fakta
 
 





*Penulis adalah penulis sajak antologi berjudul Sajak-sajak yang Ber’doa (Arashi Group, April 2020). Sekarang tinggal di Pasuruan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil