Asyiknya Belajar Memaknai Kata ‘PRODUCE’ atau ‘PRODUKSI’
Kegelisahan saya adalah tatkala diri saya sendiri dan orang-orang terdekat saya dalam memaknai kata ‘produksi’. Menurut Oxford Advanced Learner’s Dictionary, produce [produce something] (v) to make things to be sold, especially in large quantities yang mana artinya kira-kira begini, membuat sesuatu untuk dijual, terutama dalam jumlah yang besar. Dari ini secara terang-terangan kita ketahui bahwa aktifitas produksi terus bersinggungan dengan aktifitas penjualan.
Lalu, dalam sejarah manusia jutaan tahun silam sampai dengan
hari ini, apa saja sesuatu yang telah diproduksi oleh manusia?
Kalau manusia purba, sesederhana
alat rumah tangga (pemotong, alas sederhaha untuk menaruh makanan, dll). Kalau
manusia modern, jauh lebih rumit contohnya alat untuk menangkap suara
(microfone, speaker, dll). Bahkan suara itu sendiri diproduksi berulang seperti
yang dilakukan oleh announcher-anouncher
di studio-studio rekaman.
Apakah tujuan mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan saat itu
saja?
Tentu tidak. Pada awalnya orang
membuat ulek-ulek (penghalus sambal dari kayu pahatan) untuk melengkapi peralatan
dapurnya saja. Karena pada masanya ulek-ulek adalah sebuah temuan baru, maka
berbondong-bondonglah orang bersaing memproduksi ulek-ulek dalam jumlah besar.
Untuk apa sih mereka pada bersaing?
Nah, di sinilah para pengrajin memperkenalkan
produk baru mereka bernama ulek-ulek. Ada yang memberi merk ulek-ulek mini, ada yang ulek-ulek jumbo, macam-macam. Sehingga terbentuklah
state of mine dalam fikiran
masyarakat begini kira-kira, “Wah, ada barang baru namanya ulek-ulek. Ayo kita
berburu ulek-ulek supaya kelihatan gaul dan kekinian sama kayak orang-orang.”
Wkwk sangat jenaka. Terlihat bahwa para pembeli saking takutnya ketinggalan
tren ulek-ulek jumbo akhirnya berebut
ke pasar tradisional, memborong semua produk baru ulek-ulek.
Para produsen saat itu termasuk
orang-orang yang notabene warga lokal sendiri, mereka ternyata cukup cakap
memaknai arti dari kata ‘produksi’ itu sendiri sehingga di tangan kita tersedia
ulek-ulek dengan beragam ukuran dan warnanya. Nah, dari sini apakah kawan-kawan
juga sudah bisa memaknai kata ‘produksi’? Selamat!!

Komentar
Posting Komentar