Abstrak, Fitrah dan Kekafiran Manusia






                                                              








Versus
 



                                                       
Bagian-bagian penting:
     HR. Bukhori no. 4402
          > QS. Ali Imran 11-12 
           > Rendah hati adalah fitrah iman 
s          > Kesombongan pasti menyertai kekafiran
5         >  Al-Qur’an sebagai obat


# Fitrah Manusia
“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian. Kemudian kedua orang tuanya yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi.” (HR. Al-Bukhari no. 4402)

# QS. Ali Imran 11

 “Sebagaimana kaum-kaum sebelum mereka, mereka mendustakan ayat-ayat Kami, oleh karena itu Allah menyiksa mereka akibat dosa-dosa mereka dan Allah sangat keras siksanya.”

# QS. Ali Imran 12


 “Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang kafir, “Kamu pasti akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.”

            Rendah hati adalah fitrah iman. Ketika ayat-ayat Allah dibacakan, orang-orang mu’min lalu bersungkur di tanah. Mereka meminta supaya imannya senatiasa dikukuhkan oleh Allah SWT. Mereka menerima ayat-ayat Allah dan patuh terhadap perintah-Nya. Hatinya begitu lembut dan peka atas hidayah Allah . Ibarat ruangan gelap yang menjadi nyaman ketika lampu di dalamnya dinyalakan.

            Sebaliknya, kesombongan menyertai kekafiran. Ketika petunjuk Allah datang, orang-orang kafir bersikap sombong terhadapnya. Mereka secara terang-terangan menolak dan mengingkari kebenaran tersebut. Bahkan, saking ragunya terhadap kebenaran (Al-Qur’an) itu datang dari Allah, mereka lantas  meminta diturunkan hujan batu dari langit. Sungguh gila perbuatan mereka. 

            Itulah diagnosa atas gejala-gejala keimanan dan kekafiran dalam hati manusia. Apabila di dalam harti kita terdapat gejala-gejala keimanan, maka mintalah dikukuhkan iman tersebut. Barengilah dengan amal shalih. Namun, apabila di hati kita justru terdapat gejala-gejala kekafiran, bagaimana cara menanganinya? Jangan khawatir, Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an sebagai obat dari penyakit hati, petunjuk , dan rahmat bagi kaum yang beriman. 



Sajidin, pelajar SMK MUTU Pandaan
                                                                                                                                     



Komentar