KESEHATAN TULANG YANG MASIH JARANG DIPERHATIKAN

                                                                oleh: Muh. Sajidin Nur

“Bagaimana sih cara memperhatikan kesehatan tulang kita saat membaca Al-Qur’an?”


Pernahkan Anda saat terbiasa di waktu-waktu tertentu memuroja’ah Kitabullah dengan cara bersila, sembujung, atau sambil menyandar di tembok bahkan lemari selama berhari-hari megakibatkan terjadi perubahan-perubahan signifikan pada postur tulang kita, teman-teman. Tulang (bones) akan mengikuti bagaimana kita memperlakukannya loh temen-temen.


Pertama, dalam kondisi nyaman pembaca Al-Qur’an tidak menyadari gerakan apa aja yang dilakukan. Hal ini perlu diperhatikan lagi ya teman-teman karena bila kita masih dalam proses pertumbuhan usia 0-18 tahun, tulang kita terus tumbuh tuh dan dia juga harus dilatih biar tidak mudah bengkak ataupun bengkong (kifosis, lordosis, atau skoliosis).


Kedua, tulang yang berjam-jam didiamkan dalam posisi tertentu sangat rawan membentuk pola tertentu juga temen-temen. Seperti pada bagian tulang rusuk saat kita terlalu lama duduk memuroja’ah Kitabullah dengan cara duiduk bersila. Nah, ketika kita tidak duduk secara tegak dan tepat menghadap ke depan (anterior), maka bisa jadi tulang tadi muncul ke permukaan kulit sekitar dada dan perut tanpa kita sadari temen-temen. Sebaiknya diperhatikan lagi ya, temen-teman.


Ketiga, frekuensi relaksasi yang terlalu sedikit dibandingkan kontraksi-kontraksi yang dilakukan. Hal yang juga jarang disadari oleh qori’ atau pembaca tilawah lain yaitu ketegangan otot (dan juga tulang) yang jarang diperhatikan. Ada banyak penyebabnya, bisa jadi saat naik di atas panggung terjadi demam panggung berlama-lama sampai-sampai lupa bahwa kesehatan tulang juga penting.


Keempat, minimnya wawasan dan pencerahan terkait fisiologi tulang dari para pembaca Al-Qur’an dan ini sudah menjadi kasus rata-rata. Secara langsung atau tidak langsung, memperhatikan cara kita duduk, cara kita bersandara, cara kita bersila atau jika kecapean kita bersembujung dengan tenang. Apakah dari itu kita sudah memperhatikan ke-ergonomis-an dari posisi kita? Bukanklah sesering apapun kita memuroja’ahkan Al-Qur’an, kita kerap kali melakukannya dengan cara  duduk. Ya kan? Jarang sekali kita melakukannya dengan cara berdiri.


Kelima, tidak pernah atau jarang juga mengecek area-area tulang di kulit sebelum dan sesudah membaca Al-Qur’an. Kadang sikpa skeptis diperlukan sekali teman-teman karena dengan mmperhatikan perbedaan di dua sisi (after and before), kita jadi tahu bagaimana pengaruhnya tulang kita terhadap cara kita memposiiskan diri dengan duduk berlama-lama tersebut. Kita akan mengetahui di depan kaca, apakah tulang rusuk (terutama rusuk karena menjadi tumpuan saat kita membaca Al-Qur’an) masih pada posisinya ataukah agak sedikit njengat (keluar) dari suusnannya.


Beberapa pengingat tersebut semoga membuat kita semakin mawas diri ya teman-teman dan tidak hanyut dalam posisi yang menyebabkan tulang kita terkena kifosis, lordosis, dan skoliosis. Keep healty J

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Pembacaan Spektrofotmeter

Jenis-jenis Jomblo

Mak Nyussnya Nasi Punel Bangil